KEGIATAN PERINGATAN HARI BAHASA ARAB SEDUNIA DI AL-FITYAN SCHOOL KUBU RAYA
Kegiatan
Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia merupakan suatu proyek yang dibuat untuk
memperingati hari Bahasa Arab sedunia yang telah ditetapkan UNESCO (United
Nation Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tanggal 18
Desember. Proyek ini merupakan proyek atau kegiatan tahunan yang diadakan di
Al-fityan School Kubu Raya, tema dari kegiatan ini adalah اللغة العربية روحنا وجسدنا yang
berarti: "
Bahasa Arab adalah Ruh dan Jasad Kita".
Dalam sebuah
proyek tentunya diperlukan banyak persiapan diantaranya yaitu pembentukan
panitia beserta pembagian tim untuk menyesuaikan kebutuhan yang ada. Jumalah panitia pada saat itu sekitar 28
orang yang kemudian dibagi menjadi tim dengan keahliannya masing-masing seperti bagian acara, dokumentasi, keamanan, dekorasi, lalu pembagian
penanggung jawab setiap sub-sub kegiatan, dan lain-lain. Persipan lainnya yang harus dilakukan
adalah perancangan kegiatan, perancangan kegiatan disini dilakukan agar
kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif dari awal acara dimulai sampai
selesai. Perancangan kegiatan ini mencakup perancangan time schedule, survei
tempat kegitan (proyek) tersebut secara mendetail, perancangan denah beserta
penentuan lokasi kegiatan, melakukan searching dan research mengenai
kegiatan yang akan diadakan melalui internet, wawancara/diskusi dengan tenaga
pengajar, pembina, anggota panitia (yang sudah berpengalaman) dan panitia
penyelenggara sebelumnya sebagai referensi. Kemudian, dalam suatu proyek/kegiatan tentunya
memerlukan yang namanya sarana dan prasarana, oleh karena itu untuk menjalankan
proyek perlu menyiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan, seperti
halnya melakukan pembelian dan pencarian barang yang dibutuhkan untuk proyek
tersebut, melakukan dekorasi, dan lainnya.
Proyek/kegiatan ini dilaksanakan selama
sepekan sebelum hari pelaksanaannya, yaitu dilaksanakan pada Rabu-Kamis, 18-19
Desember 2019 di Al-Fityan School Kubu Raya yang sasarannya adalah siswa SMPIT
dan SMAIT dan guru Al-Fityan School Kuburaya. Kegiatan acara ini dimulai dengan upacara pembukaan di Halaman Gedung Burrohmah yang dibuka langsung oleh
Direktur Alfityan School Kubu Raya, kemudian dilanjutkan dengan berbagai bidang
perlombaan, diantaranya adalah lomba cerdas cermat, cari mufrodat, estafet
kaligrafi, lintas graph arabic, syair dan perkusi yang diikuti oleh seluruh
siswa SMP dan SMA Alfityan Kubu Raya. Dan pada malam puncak atau yang disebut
dengan Arabic Night diadakan bazar dan nobar (nonton
bareng). Kemudian kegiatan ini ditutup pada 19 Desember sekaligus dengan
pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Agar acara ini dapat berjalan
dengan lancar dan tepat waktu maka diperlukan komunikasi yang baik dan pembuatan
jadwal untuk mengatur jalannya acara. Untuk biaya yang kami gunakan dalam
kegiatan/proyek ini terdapat ±6 juta rupiah (hanya kegiatan siswi).
Klien kami
pada saat itu menginginkan acara dapat berjalan dengan lancar, kondusif, dan
meriah. Sehingga kami perlu memperhatikan dekorasi yang ada, pemilihan film
yang akan ditampilkan, penataan stan bazar, pemilihan tata letak, susunan
acara, dan banyak hal lainnya. Untuk memenuhi permintaan klien tentunya
diperlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antar sesama anggota panitia dan
pembina. Dengan anggota yang berjumlah ±28 orang tentu memiliki pendapat yang
berbeda, maka komunikasi dan koordinasi antar anggota harus berjalan dengan
baik, salah satunya dengan melakukan rapat untuk berdiskusi dalam menentukan
pilihan atau pendapat terbaik agar mencapai kesepakatan bersama. Sumber daya yang
digunakan untuk mendukung proyek ini bukan hanya panitia (sumber daya manusia),
namun juga terdapat sumber daya modal berupa uang, teknologi, peralatan,
informasi dan lain-lain.Walaupun kami sudah melakukan semua semaksimal mungkin
dengan sumber daya yang ada, namun terdapat beberapa kendala dan resiko yang
harus dihadapi seperti halnya pada saat itu terjadi kekurangan kabel dan lampu,
ini terjadi karena kabel dan lampu yang tersedia ada yang rusak atau tidak
berfungsi pada saat beberapa jam sebelum acara puncak dimulai sehingga perlu membeli
dan memperbaiki barang tersebut terlebih dahulu, kendala lainnya yaitu waktu
yang ada untuk menyiapkan dekorasi pada saat itu terbilang singkat dan lampu
yang pecah sebelumnya mempengaruhi kecepatan dalam mendekorasi, kemudian dana
yang dipakai melebihi dana yang ada pada saat itu, serta kekurangan dukungan
dar beberapa pihak. Karena malam puncak dilaksanakan outdoor maka resiko
yang harus kami hadapi pada saat itu adalah hujan, namun kami telah menyiapkan plan
lain jika terjadi hujan. Dari semua kendala yang ada pada saat itu dapat
diatasi, namun acara malam puncak mengalami sedikit keterlambatan walaupun
hanya beberapa menit.
Dari narasi
di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan atau mngerjakan suatu proyek
diperlukan rancangan yang matang agar dapat memenuhi ekspetasi klien dengan
menyesuaikan waktu dan dana yang disediakan, kemudian perlunya membuat rencana
cadangan apabila tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan.
Komentar
Posting Komentar